Search
Close this search box.

UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) WISUDA 258 SARJANA T.A. 2021 – 2022

Share This Post

Selasa 21 Desember 2021 – Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan mewisuda sebanyak 258 sarjana dari 6 Fakultas. Fakultas Agama Islam (FAI) 108 mahasiswa , Fakultas Tekhnik (FT) 36 mahasiswa, Fakultas Hukum (FH) 8 mahasiswa, Fakultas Ekonomi (FE) 37 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 34 mahasiwa, dan Fakultas Pertanian (FP) 35 mahasiswa. Acara wisuda dilaksanakan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

Hadir pada acara wisuda tersebut Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., Sekretaris Jenderal PB Al Jamiyatul Washliyah Dr. Ir. Amran Arifin, M.M., M.B.A., Ketua Umum Majelis Pendidikan PB Al Jamiyatul Washliyah Drs H. Ridwan Nazar, M.Si., Ketua Dewan Fatwa PB Al Jami`yatul Washliyah Tgk. H.ِِ Abdul Hamid Usman, Ketua APTISI Sumut Dr. H. Musa Isa Indrawan, S.E., M.M., Ketua MUI Sumut, Dr. H. Arso, UNIVA Labuhan Batu, STIE Sibolga, UMN Al Washliyah Medan, Pengurus PW Al Washliyah dan Organ bagian serta civitas akademika UNIVA Medan.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dan Koordinator LLDIKTI Wilayah I Sumut Prof. Dr. Ibnu Hajar, S.H., M.Si., memberikan kata sambutannya kepada para wisudawan UNIVA Medan melalui video streaming yang disiarkan oleh panitia pada akun youtube official UMTC (UNIVA Medan TV Channel).

Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Dr. H.M. Jamil, MA., menyampaikan bahwa UNIVA Medan telah banyak memberikan kontribusi kepada agama, bangsa dan negara ini, hal ini dibuktikan dengan kiprah para tokoh dan alumni UNIVA baik pada kancah nasional maupun internasional. Rektor berharap kelak akan lahir dan muncul alumni-alumni berikutnya dari Universitas Al Washliyah Medan yang religius dan intelektual yang berkiprah dan berkontribusi untuk bangsa dan negara.

“Sistem manajemen yang berbasis akreditasi merupakan langkah konkrit yang dilakukan agar sistem manajemen dapat berjalan dengan baik dan benar. Hingga pada akhirnya Universitas Al Washliyah Medan dapat Mumtaz secara administrasi dan Mumtaz secara sumber daya manusianya.” Kata bapak Rektor pada pidato sambutannya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menyampaikan kata sambutannya melalui zoom yang disiarkan langsung oleh tim UMTC, Beliau menyampaikan kepada seluruh mahasiswa lulusan UNIVA agar mampu menerapkan ilmunya sehingga dapat bermanfaat bagi orangtua dan bangsa. Bapak Wakil Gubernut juga menyampaikan harapannya agar UNIVA Medan meningkatkan pendidikannya yang lebih khususnya kepada masyarakat Sumatera Utara.

Kepala LLDIKTI Sumut Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si., juga menyampaikan sambutannya secara daring. Beliau menyampaikan kepada wisudawan agar mampu mengadaptasi keilmuannya di dunia kerja. “Ilmu yang didapat di kampus hanya sebagian kecil. Pengalaman belajar, Soft skill yang bagus, adaptasi, integritas, kolaboratif, komunikasi dan semua kemampuan ini tidak didapat di pengalaman belajar dan mata kuliah. Ini lah tantangan untuk meraih kerja, kita harus siap berkompetisi,” kata beliau melalui zoom streaming yang disiarkan langsung oleh tim UMTC.

Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. H. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., menyampaikan kepada para wisudawan tentang pentingnya memanfaatkan digitalisasi. “Hampir setiap orang menggunakan ponselnya minimal setiap satu jam sekali, begitu besarnya peran teknologi dalam kehidupan kita baik dalam dunia pendidikan dan bisnis. Pada zaman ini, yang punya ruko siap-siap tidak disewa lagi karena semua telah menggunakan smartphone untuk menjual segala produk di pasar online.” kata Ketua Umum PB Al Washliyah. Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjaga kampus ini dengan akhlakul karimah dan menjaga komunikasi yang baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Pada era digitalisasi saat ini teknologi berperan penting dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0, baik itu di sektor bisnis, pendidikan, dan sebagainya. Berdasarkan riset World Economic Forum (WEF) tahun 2020 dibutuhkan 10 kompetensi utama dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0, diantaranya: kemampuan memecahkan masalah yang komplek, berpikir secara critical, kemampuan memanajemen manusia, kemampuan berkoordinasi dengan orang lain, memiliki kecerdasan emosional (EQ), kemampuan menilai dan mengambil keputusan, mengedepankan orientasi layanan, memiliki kemampuan bernegosiasi serta memiliki fleksibilitas kognitif. Semua kemampuan tersebut sangat relevan dalam menghadapi era revolusi industri pada zaman ini.

More To Explore