REKTOR UNIVA MEDAN : ALUMNI UNIVA HARUS MAMPU MENJADI PENCERAH DI TENGAH MASYARAKAT


16-12-2011 || Univa Medan

Keahlian dan gelar yang saudara (i) peroleh yang disertai dengan selembar kertas ijazah tidak akan bermakna tanpa karya nyata di tengah masyarakat. Saudara(i) akan dinilai oleh masyarakat dari cara berfikir dan bertindak yang cermat dan teliti, dinilai dari sikap dan aktivitas Anda. Dan sebagai alumni UNIVA Medan, maka masyarakat akan menilai sejauh mana Anda mampu mengimplementasikan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat dan mampu mengemban visi misi dan da’wah Al Washliyah. Demikian disampaikan Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan Ir. H. Aliman Saragih, M.Si dihadapan para wisudawan/wisudawati dan para undangan pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Universitas Al Washliyah di Aula UNIVA Medan hari Sabtu (10/12).
Rektor menambahkan” Sebagai penerus dan pemegang amanah UNIVA Medan sekarang ini, kami merasa bersyukur karena dengan keikhlasan dan kebersamaan para pendahulu kami. Alhamdulillah, UNIVA Medan tetap eksis mengemban amanah mencerdaskan bangsa, meletakkan pondasi keimanan kepada mahasiswa, yang disertai kesantunan yang tercermin dalam akhlak keseharian dan kemampuan dalam berkarya nyata dengan berbagai inovasi dan kreasinya.Dalam mengemban amanah ini, untuk satu semester terakhir ini berbagai upaya telah di lakukan, antara lain:
melaksanakan pelatihan pengenalan ke alwashliyahan bagi 103 orang dosen,guru dan pegawai dilingkungan univa medan, mengirim ketua LP3M untuk pelatihan sistem penjamin mutu penelitian perguruan tinggi di UGM Yogyakarta, mengirim ketua SPMI untuk pelatihan tentang sistem penjaminan mutu dan memberangkatkan 2 orang melaksanakan ibadah haji atas undangan Kerajaaan Arab Saudi.
Selain itu, lanjut rektor” Perguruan Tinggi Al Washliyah, dalam aktivitas-nya tidak hanya mengemban tugas melakukan transfer pengetahuan kepada peserta didik, tetapi memiliki tanggungjawab dalam pembinaan keummatan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sehingga dengan kesadaran tersebut, UNIVA Medan melakukan pengiriman tim safari ramadhan kedaerah Kabupaten Karo, Deli Serdang, Serdang bedagai, Kota Tebing Tinggi pada bulan ramadhan tahun 1432 H, zikir bersama dengan peserta 2600 orang di Kampus UNIVA, melaksanakan Qurban di Kampus UNIVA Medan, Kecamatan Rimokayu, Tigaserangkai Kab. Tanah Karo pada tanggal 11 Zulhijjah 1432 H. melaksanakan sunatan massal bagi anak-anak keluarga prasejahtera, kerjasama sama dengan Unit Pendidikan di Lingkungan UNIVA Medan.

Prof.Dr. H. Hasballah Thaib, MA dalam orasi ilmiahnya dengan judul ”UNIVA Membangun Peradaban Bangsa Perspektif AlQur’an dan Sunnah” menyampaikan “Universitas Al Washliyah yang didirikan tahun 1958 di Medan adalah bagian dari peradaban yang dibangun oleh Organisasi Al Jamiatul Washliyah.”Suatu peradaban bisa maju pada suatu dekade dan mundur pada dekade yang lain.Demikianlah hari demi hari kami putar ditengah manusia. Berpindah dari keberhasilan ke kegagalan demikian juga sebaliknya. Usia UNIVA 53 tahun masih sangat muda dibandingkan dengan Universitas Al Azhar Cairo yang telah melebihi usia 1000 tahun dan lebih tua dari Oxford University dan Cambridge University. Berapa banyak sudah para ulama, politikus dan tokoh masyarakat yang telah dilahirkan UNIVA kita berdoa agar buku sejarah tidak akan pernah lupa menulis bahwa UNIVA pernah ada di Indonesia.
Perhatikan masa lalu, dulu Universitas Nommensen pernah menjadi idaman pecinta Ilmu di Sumatera Utara kemudian mundur karena rusaknya peradaban pada civitas akademikanya, kemudian diganti oleh UISU. Pada tahun 1995 UISU telah menjadi universitas buah hati ummat bahkan sampai menolak calon mahasiswa. Sayang para pemimpinnya tidak mempelajari peradaban masa masa lalu sehingga akhirnya pada tahun 1996 UISU menurun dan digantikan oleh UMSU yang sampai saat ini jumlah mahasiswanya hampir menyamai USU. Bila mereka tidak mampu mempertahankan peradaban yang ada tidak mustahil UMSU akan mengikuti jejak UISU dan digantikan oleh Universitas lain.
Pertanyaannya kapan UNIVA, UMN Al Washliyah menjadi pusat peradaban di Sumatera Utara?lanjut Hasballah Thaib.Dewasa ini sorotan terhadap melemahnya peradaban bangsa semakin mengemuka. Sebagian dari sorotan tersebut dapat dijawab dengan argument fenomena globalisasi dan perbenturan antar peradaban. Agama Memainkan peran cukup penting dalam pembentukan karakter suatu bangsa . Dalam Islam, Al Quran dan Sunnah banyak mengisyaratkan tentang dasar dasar pembentukan ummah.
Ummah yang berperadaban kuat itu sendiri dalam pandangan Islam adalah ummah yang memiliki jati diri dan ketahanan, berkepribadian dan berkarakter yang tangguh, berpegang teguh pada nilai nilai agama. Mengharfai tinggi law and order. berkeadilan sosial sekaligus berkeadaban dalam lingkup civil society, menghargai keragaman dan kehidupan multicultural, memiliki perpektif local, nasional dan global.
Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah Prof. Dr. H. Muslim Nasution, MA menyampaikan “ sebagaimana motto Al washliyah zaman berzaman, maka hendaknya begitu pula ukhuwah diantara kita, jangan terputus disebabkan hal yang tidak perlu. Selain itu kita harus berjalan di atas sistem yang telah digariskan Al Washliyah”
Drs. H. Hasbullah Hadi, SH, M.Kn sebagai ketua Pengurus wilayah Al Washliyah Sumatera Utara mengatakan “ Al Washliyah dan UNIVA akan maju bila kita lebih mengedepankan jiwa keihlasan dan jiwa istiqamah dalam berbagai aktivitas baik yang bersifat duniawiyah mapun ukhrawiyah”.
Muhammad Riduan Harahap, S.Pd.I sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,76 menyampaikan dalam sambutannya mewakili wisudawan” bahwa alumni yang terbaik adalah yang mengamalkan apa yang dinasehatkan para dosen dan orang tua baik di dalam mapun di luar kampus”.
Wisudawan yang diwisuda pada hari sabtu tanggal 10 Desember 2011 berjumlah 231 orang , Fakultas Agama Islam 90,fakultas Hukum 60, FakultasTeknik 20, Fakultas Ekonomi, 36 dan Fakultas Pertanian 25 orang

ketua PW Al Washliyah Sumut Drs. H. Hasbullah Hadi, SH, M.Kn sedang memberikan Cenderamata penghargaan kepada salah seorang wisudawan terbaik.

ketua PW Al Washliyah Sumut Drs. H. Hasbullah Hadi, SH, M.Kn sedang memberikan Cenderamata penghargaan kepada salah seorang wisudawan terbaik.